Meluruskan Sejarah PKI Di Gontor Oleh Oky Rahmatullah
Table of Contents
Meluruskan sejarah
By oky rachmatulloh
Saya dulu pernah menerbitkan sebuah cerita sejarah mengenai Gontor dan PKI tahun 1948. Tulisan yg sudah berusia 7 tahunan itu ternyata sekarang viral, di copy di wa, diupload di web, bahkan sekarang keluar videonya di youtube.
Saya pribadi tidak ambil peduli, karena toh saya menginfokan hal ini di facebook, sesuatu yg memang tidak bisa jadi sandaran ilmiah sama sekali. Hanya game, permainan saja. Lalu ust amal fathulloh meluruskan sejarah yg saya tulis itu, ternyata tidak semua yg saya tulis itu kejadiannya seperti itu. Ternyata saya ingat-ingat lagi darimana saya dapat cerita itu, ternyata saya "jumbuh" (mencampur) antara cerita PKI itu dengan tragedi Gontor 1967. Ditambah lagi dengan suasana hati muda saya yg begitu mudah terbakar melihat situasi sewaktu tulisan itu diturunkan, ditambah drama yg saya saksikan di pentas panggung gembira yg mengangkat judul "madiun affair" yg menceriterakan srjarah ini. Saya ingat-ingat sekilas adegan demi adegan drama panggung gembira tahun 2001itu. Apa yg saya ingat ya saya tulis. Akhirnya jadilah tulisan saya yg viral srkali itu.
Nah, tadi pagi saya di telfon mas saya di mojokerto. Bapak beliau yg pakdhe saya soeyoedi almarhum adalah termasuk pelaku sejarah dan santri yg di tangkap PKI brsama Kh ahmad sahal dan kh imam zarkasyi. Mas budi, demikian beliau saya panggil meluruskan sejarah itu. Saya beberapa kali tersentak, ternyata ada sejarah baru yg terjadi dan saya tidak pernah tahu sebelumnya. Ada setengah jam barangkali beliau meluruskan sejarah ini. Akhirnya, saya fikir tidak mungkin beliau menelpon saya kebetulan. Pasti hati beliau digerakkan oleh Allah, dan tujuannya insya Allah agar saya tergerak meluruskan sejarah ini. Maka bismillah saya tuliskan kembali sejarah ini, versi dari mas budi ini, jika ada versi lain maka saya persilahkan menambahi tulisan saya ini:
Malam sebelum penyerbuan itu di Gontor, seluruh kyai sudah bersiap untuk terbunuh keesokan paginya. Mereka sudah berserah pasrah kepada Allah, dan siap jika besok taqdir menghendaki mereka terbunuh. Sampai sekitar pukul 01.00 atau pukul 02.00 dini hari, mbah lurah (Kh Rahmat sukarto, kakak tertua trimurti) memanggil para Kyai itu ke pendopo... Lalu beliau meminta para Kyai itu untuk mengungsi meninggalkan Gontor. Dan membiarkan gontor di bawah pengawasan kh rahmat sukarto. Demi mendengar perintah kakak tertua tersebut ke esokan paginya trimurti minus kh zainudin fanani meninggalkan gontor menuju ke Trenggalek lewat sooko.
Sampai di sooko (atau di Trenggalek) tidak dijelaskan, rombongan sempat ditangkap. Untungnya pki itu bodoh, tidak tahu mana kyai Gontor mana santri. Nah, disitulah tragedi rebutan mati itu terjadi. Disaat-saat ada ancaman senjata dan pedang terhunus itulah mereka berebut mengaku siapa kyai gontor itu. Bukan di Gontor seperti cerita saya dulu....
Kemudian rombongan kyai-santri itu di bawa ke masjid muhammadiyah ponorogo (depan toko buku la tansa sekarang). Disana masih dengan perasaan berdebar mereka di kumpulkan diruangan kecil, diluar boom siap dildakkan. Ditengah ancaman itulah, datanglah pasukan siliwangi dan pasukan hizbullah membebaskan mereka. Bukan menyerbu Gontor seperti pada cerita saya dulu.
Lalu bagaimana di Gontor?? Sesaat setelah kyai berdua dan para santri pergi. Pki benar-benar datang ke Gontor yg sudah kosong itu. Beliau mencari kyai gontor dan memporak porandakan buku-buku santri dan kitab suci al-quran. Tapi kurang lebih sekompi pasukan merah tidak berani menangkap mbah lurah yg jaga pondok. Sebab kata Para warok PKI itu, guru mereka mengatakan "tangkap kyainya, bunuh kyai dan santrinya. Tapi jangan apa-apakan lurahnya, Ilmune duwur (tinggi)" kh Rahmat sukarto (kakek penulis) adalah kyai dengan kelebihan spiriritual batin yg mumpuni. Sehingga menimbulkan keseganan yg luar biasa, di antara para warok di ponorogo. Jadi tidak ada cerita penyerangan siliwangi ke Gontor, karena semua tidak ada jalur komunikasi waktu itu dan semua, serba mendadak, tidak direncanakan.
Demikianlah pellurusan sejarah yg saya terima dari putera pelaku sejarah dan santri PM Gontor, alm pakde soeyoedi. Semoga antum yg dulu ikut menshare tulisan saya, bisa menshare juga pelurusan sejarah ini, saya mohon maaf atas kekeliruan sejarah yg pernah saya ceriterakan.
By oky rachmatulloh
Saya dulu pernah menerbitkan sebuah cerita sejarah mengenai Gontor dan PKI tahun 1948. Tulisan yg sudah berusia 7 tahunan itu ternyata sekarang viral, di copy di wa, diupload di web, bahkan sekarang keluar videonya di youtube.
![]() |
| Meluruskan Sejarah PKI Di Gontor Oleh Oky Rahmatullah |
Saya pribadi tidak ambil peduli, karena toh saya menginfokan hal ini di facebook, sesuatu yg memang tidak bisa jadi sandaran ilmiah sama sekali. Hanya game, permainan saja. Lalu ust amal fathulloh meluruskan sejarah yg saya tulis itu, ternyata tidak semua yg saya tulis itu kejadiannya seperti itu. Ternyata saya ingat-ingat lagi darimana saya dapat cerita itu, ternyata saya "jumbuh" (mencampur) antara cerita PKI itu dengan tragedi Gontor 1967. Ditambah lagi dengan suasana hati muda saya yg begitu mudah terbakar melihat situasi sewaktu tulisan itu diturunkan, ditambah drama yg saya saksikan di pentas panggung gembira yg mengangkat judul "madiun affair" yg menceriterakan srjarah ini. Saya ingat-ingat sekilas adegan demi adegan drama panggung gembira tahun 2001itu. Apa yg saya ingat ya saya tulis. Akhirnya jadilah tulisan saya yg viral srkali itu.
Nah, tadi pagi saya di telfon mas saya di mojokerto. Bapak beliau yg pakdhe saya soeyoedi almarhum adalah termasuk pelaku sejarah dan santri yg di tangkap PKI brsama Kh ahmad sahal dan kh imam zarkasyi. Mas budi, demikian beliau saya panggil meluruskan sejarah itu. Saya beberapa kali tersentak, ternyata ada sejarah baru yg terjadi dan saya tidak pernah tahu sebelumnya. Ada setengah jam barangkali beliau meluruskan sejarah ini. Akhirnya, saya fikir tidak mungkin beliau menelpon saya kebetulan. Pasti hati beliau digerakkan oleh Allah, dan tujuannya insya Allah agar saya tergerak meluruskan sejarah ini. Maka bismillah saya tuliskan kembali sejarah ini, versi dari mas budi ini, jika ada versi lain maka saya persilahkan menambahi tulisan saya ini:
Malam sebelum penyerbuan itu di Gontor, seluruh kyai sudah bersiap untuk terbunuh keesokan paginya. Mereka sudah berserah pasrah kepada Allah, dan siap jika besok taqdir menghendaki mereka terbunuh. Sampai sekitar pukul 01.00 atau pukul 02.00 dini hari, mbah lurah (Kh Rahmat sukarto, kakak tertua trimurti) memanggil para Kyai itu ke pendopo... Lalu beliau meminta para Kyai itu untuk mengungsi meninggalkan Gontor. Dan membiarkan gontor di bawah pengawasan kh rahmat sukarto. Demi mendengar perintah kakak tertua tersebut ke esokan paginya trimurti minus kh zainudin fanani meninggalkan gontor menuju ke Trenggalek lewat sooko.
Sampai di sooko (atau di Trenggalek) tidak dijelaskan, rombongan sempat ditangkap. Untungnya pki itu bodoh, tidak tahu mana kyai Gontor mana santri. Nah, disitulah tragedi rebutan mati itu terjadi. Disaat-saat ada ancaman senjata dan pedang terhunus itulah mereka berebut mengaku siapa kyai gontor itu. Bukan di Gontor seperti cerita saya dulu....
Kemudian rombongan kyai-santri itu di bawa ke masjid muhammadiyah ponorogo (depan toko buku la tansa sekarang). Disana masih dengan perasaan berdebar mereka di kumpulkan diruangan kecil, diluar boom siap dildakkan. Ditengah ancaman itulah, datanglah pasukan siliwangi dan pasukan hizbullah membebaskan mereka. Bukan menyerbu Gontor seperti pada cerita saya dulu.
Lalu bagaimana di Gontor?? Sesaat setelah kyai berdua dan para santri pergi. Pki benar-benar datang ke Gontor yg sudah kosong itu. Beliau mencari kyai gontor dan memporak porandakan buku-buku santri dan kitab suci al-quran. Tapi kurang lebih sekompi pasukan merah tidak berani menangkap mbah lurah yg jaga pondok. Sebab kata Para warok PKI itu, guru mereka mengatakan "tangkap kyainya, bunuh kyai dan santrinya. Tapi jangan apa-apakan lurahnya, Ilmune duwur (tinggi)" kh Rahmat sukarto (kakek penulis) adalah kyai dengan kelebihan spiriritual batin yg mumpuni. Sehingga menimbulkan keseganan yg luar biasa, di antara para warok di ponorogo. Jadi tidak ada cerita penyerangan siliwangi ke Gontor, karena semua tidak ada jalur komunikasi waktu itu dan semua, serba mendadak, tidak direncanakan.
Demikianlah pellurusan sejarah yg saya terima dari putera pelaku sejarah dan santri PM Gontor, alm pakde soeyoedi. Semoga antum yg dulu ikut menshare tulisan saya, bisa menshare juga pelurusan sejarah ini, saya mohon maaf atas kekeliruan sejarah yg pernah saya ceriterakan.

Post a Comment