Kyai Hasan Dan Rasa Takut By Oky Rachmatullah

Table of Contents
Kyai Hasan Dan Rasa Takut By Oky Rachmatullah
Ustadz hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pesantren Gontor

#Kyai_Hasan_dan_Rasa_Takut

By_Oky_Rachmatullah

Malam itu ditahun awal-awal reformasi. Pulau Jawa mencekam. Isu pembunuhan kepada Kyai begitu dahsyat. Dimulai dari Banyuwangi, lalu daerah tapal kuda mulai merambah Gontor.

Para Kyai itu di culik, ada yang kemudian di bunuh. Ada yang memberi tanda silang dirumah kyai sebelum terjadinya pembunuhan itu.
Hampir seluruh pesantren dalam kewaspadaan tinggi. Pondok Pesantren Gontor 4 (Daarul Muttaqien) di Banyuwangi bahkan sudah memasang santrinya untuk berjaga-jaga 24 jam non stop dengan bergiliran.

Di Gontor pusat demikian. Para santri berjaga di semua pintu masuk pondok juga di depan rumah Kyai. Lengkap dengan ikat kepala putih, semua menjaga kemungkinan yang terjadi.

Keesokan harinya KH Hasan Abd Sahal berpidato kurang lebih isinya:

"Semalam saya terbangun dini hari. Melihat ke depan, santri yang jaga di depan rumah saya itu kok pada tidur. Buku dan majalah yang dibaca  berserakan tidak karuan. Lalu saya bereskan,  saya rapikan buku2 dan majalahnya, Meski begitu mereka tidak bangun-bangun juga.
Akhirnya ya saya biarkan saja mereka tidur.
Lhaa Itu kan kalau orang mau nangkep saya gampang saja!  wong penjaganya tidur!
Ini santri njaga saya, apa saya njaga santri?? " Kata beliau sambil tertawa, tanpa ada ketakutan sama sekali.

Di tahun 1999  (Saya kelas 6) KH Hasan Abd Sahal juga pernah berkata keras kepada protokoler kepresidenan yang mengatur posisi duduk presiden.

kala itu pak Habibi di jadwalkan akan hadir di Gontor. Pada araha. posisi duduk yang diatur protokoler, Pak Habibi  tidak disamping KH Syukri Zarkasyi. Sontak pak Hasan berang, lalu berteriak ...

"Kalau Pak Syukri tidak di dudukkan di samping presiden, saya tinggalkan acara saat ini juga! TITIK!Kta ini tuan rumah, kita yang punya hajat! tidak akan mau diatur-atur tamu !!"
Kurang lebih begitu teriak beliau, sekali lagi tanpa rasa takut.

Bayangkan, ada Kyai melawan protokoler kepresidenan, apa ndak maut resikonya.

Jauh sebelum itu, di zaman Golkar masih merajalela di Negeri ini. Ada telfon dari Mbak Tutut (putri Presiden Suharto) yang memberitahu bahwa beliau akan mengunjungi Gontor.
Karena kedatangannya di ikuti pengurus Golkar Jawa Timur, maka pak Hasan dengan tegas berkata:

"Itu tujuannya ke Gontor apa? Kalau mau silaturrahmi, lepas semua atribut berwarna kuning disini! Jika tidak, biar saya bakar Jas warna Kuning itu kalau sampai berani masuk Gontor !!."

Sekali lagi tanpa rasa takut beliau sampaikan hal tersebut. Padahal waktu itu, mbak Tutut adalah Putri Mahkota Pak Harto, sehingga menyimpan kekuatan yang kurang lebih sama dengan ayahnya....Akhirnya, mbak Tutut pun melepas Jaket Kuningnya ketika di Gontor, dan Gontor tetap berdiri diatas dan untuk semua Golongan , sampai saat ini

KH Hasan Abd Sahal, urat takutnya sudah putus kecuali kepada Allah. Sekjen PBB sekalipun tidak akan pernah bisa merubah keyakinan beliau jika sudah memberi pendapat berdasar Al-quran dan Sunnah. Kalau cuma diancam hendak di polisikan, beliau mungkin akan tertawa mendengarnya. Karena ketika ancaman pembunuhan Kyai dulu itu muncul beliau sambil cengengesan ngendiko :

"Saya kalau mau disembelih paling sakit sebentar, lha wong badan saya kurus kaya gini...hi...hi...."  betul-betul tidak ada kekhawatiran.

Kalau menghadapi orang dengan kualitas tauhid yang mumpuni seperti beliau ini. Jangan dunia di jadikan ancaman, ndak akan pernah menakutkan beliau. Mau dimasukkan ke lahar gunung sekalipun beliau akan menggapinya dengan senyum dan tawa.

Beliau hanya takut pada Allah...dan kalau Allah sudah yang pailng ditakuti, maka orang harus berteriak-teriak sampai jebol tenggorkannya untuk ditertawai oleh Kyai Gontor dan seluruh santrinya.

Kami ngeper,  gemetaran, pucat,  kami juga ketakutan, .Kami tidak bernai menatap Kami berkeringat...Kami tidak bisa berkata apa-apa...

...cuma di hadapan Allah....Bukan Makhluknya....

Post a Comment